Polres PALI Bersama PT GBS Gelar Apel Siaga Karhutla, Wujud Sinergi Hadapi Musim Kemarau
1753242120

Pali, CS — Menyambut datangnya musim kemarau yang identik dengan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polres Pali menunjukkan langkah proaktif dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta, untuk bersinergi dalam kesiapsiagaan.

Salah satunya dengan menggelar Apel Siaga Penanggulangan Karhutla di kawasan PT. Golden Blossom Sumatra (GBS), Desa Prambatan, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, Rabu (23/7/2025) sore.

Apel yang dimulai pukul 15.00 WIB ini dipimpin oleh Kabag Ops Polres PALI, Kompol Andri Noviansyah, S.Kom, didampingi Kasat Samapta Polres PALI Asri Basyarudin, SH, serta Kapolsek Penukal Abab AKP Dedi Kurnia, SH. Hadir pula para personel Polsek, Babinsa, serta perwakilan media yang turut menyaksikan kegiatan tersebut.

Dalam apel tersebut, dilakukan pengecekan langsung terhadap berbagai fasilitas dan perlengkapan penanggulangan Karhutla milik PT. GBS.

Mulai dari peralatan individu, perlengkapan tim, hingga pompa air bertekanan tinggi dan sistem komunikasi darurat, semua ditinjau untuk memastikan kesiapan maksimal.

Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk langkah antisipatif sekaligus upaya membangun soliditas lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana Karhutla.

“Kita tidak bisa menunggu sampai api membesar. Hari ini kita pastikan, seluruh perusahaan termasuk PT. GBS benar-benar siap baik dari segi personel maupun peralatan. Penanggulangan Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Kapolres.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada PT. GBS atas kesiapannya dan berharap langkah serupa bisa diikuti perusahaan-perusahaan lain di wilayah Kabupaten PALI.

“Kami berharap ini menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya. Kolaborasi antara Polri, TNI, perusahaan, dan masyarakat adalah kunci dalam mencegah dan menangani Karhutla secara efektif,” tambahnya.

Apel dan pengecekan sarana berlangsung hingga pukul 17.00 WIB dalam suasana kondusif dan penuh kekompakan.

"Langkah preventif seperti ini harus dimulai sejak dini, agar dampak lingkungan dan kerugian ekonomi akibat Karhutla dapat ditekan seminimal mungkin," ungkapnya.